Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi ini diawali dengan menyanyikan Mars dari masing-masing perguruan tinggi. Prosesi pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana Studi Tiru, Laksmana Gegas Satria Agung, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama dalam mengembangkan organisasi mahasiswa yang lebih inovatif, adaptif, dan berdampak.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Presiden Mahasiswa DEMA UIN Syekh Wasil Kediri, Sabilul Haq. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan studi tiru bukanlah ajang untuk membandingkan kualitas organisasi, melainkan sarana saling belajar dan bertukar pengalaman.
«"Dalam kegiatan studi tiru ini tidak ada yang lebih baik ataupun lebih tinggi. Baik DEMA UIN Syekh Wasil Kediri maupun BEM STAIZ Mojosari hadir sebagai sesama organisasi mahasiswa yang ingin saling belajar, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama."»
Sementara itu, Presiden Mahasiswa BEM STAIZ Mojosari, Ahmad Abit Zaki Mubarok, menyampaikan apresiasi kepada DEMA UIN Syekh Wasil Kediri atas sambutan yang diberikan. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari terjalinnya kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang kemahasiswaan pada masa mendatang.
Memasuki sesi utama, DEMA UIN Syekh Wasil Kediri memaparkan program kerja unggulan dari tiga kementerian, yaitu Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Sosial dan Budaya (Kemensosbud), serta Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenfokom). Selanjutnya, BEM STAIZ Mojosari mempresentasikan program kerja dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (Kemendikbudpora), serta Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo).
Setelah seluruh pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session antarkementerian yang memiliki bidang kerja serupa. Kemenhub berdiskusi dengan Kemenlu, Kemendikbudpora bertukar pengalaman bersama Kemensosbud, sedangkan Kominfo berdialog dengan Kemenfokom. Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam tersebut dimanfaatkan oleh seluruh peserta untuk saling berbagi strategi, tantangan, serta inovasi dalam menjalankan program kerja organisasi.
Melalui sesi diskusi ini, kedua organisasi memperoleh banyak perspektif baru mengenai tata kelola kelembagaan, pengembangan program kerja, penguatan komunikasi organisasi, hingga strategi membangun kolaborasi yang efektif dengan berbagai pihak.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, kedua lembaga melaksanakan penyerahan cinderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus menjalin hubungan yang harmonis. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penanda terjalinnya sinergi antara BEM STAIZ Mojosari dan DEMA UIN Syekh Wasil Kediri.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi langkah awal dalam membangun jejaring antarlembaga kemahasiswaan yang lebih kuat. Dengan semangat kolaborasi, kedua organisasi berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat.
